“SI PENGGANGGU” BERNILAI MANFAAT

Si Pengganggu ini cukup unik karena keberadaannya selalu ada, daya tumbuhnya tinggi dan cepat berkembang. Dimana ada tanah kosong pasti ada Si Pengganggu ini. Dikatakan Si Pengganggu karena termasuk gulma yang tumbuh liar, di perkarangan kosong maupun tumbuh di perkebunan kelapa sawit. Selain itu Si Pengganggu ini mampu tumbuh ditanah dengan tingkat kesuburan rendah dan dapat tumbuh sepanjang tahun, dapat juga digunakan sebagai penahan erosi

Si Pengganggu ini memiliki nama latin Asystasia Gangetika dimana ruminansia besar sangat menyukainya, pakan yang murah karena keberadaannya selalu ada dan yang penting tidak bersaing dengan manusia. Sehingga dapat menjadi alternative pakan ternak sapi.

Hasil analisa proksimat menunjukkan protein kasar Asystasia Gangetika yang tumbuh di Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan cukup tinggi yaitu sebesar 15,28% sedangkan di Bangka Tengah lebih tinggi sekitar 21,64%. Perbedaan kandungan nutrisi juga dipengaruhi dengan kondisi tanah dan tingkat kesuburan tanah,, apabila tanah yang ditumbuhi gulma ini mendapat perlakuan khusus (di area perkebunan), otomatis kandungan nutrisinya juga semakin baik, tetapi rata-rata kandungan Protein Kasar Asytasia Gangetica sebesar 19% dan palatabilitas cukup tinggi.

 Si Pengganggu ini tidak bisa dijadikan 100% pakan tanpa campuran rumput, karena rata-rata sapi akan diare disebabkan protein yang cukup tinggi. Perbandingan yang baik pakan ternak sapi tergantung proses adaptasi apabila proses awal adaptasi dapat diberi pakan ini 30% dari total hijauan lalu meningkat sampai 50% dari total hijauan yang diberikan. Ternak sehat karena pakan secara nutrisi terpenuhi sehingga peternak mendapat nilai manfaat.

Penulis : Aurora Nastiti, S.Pt.