METODE KAWIN SILANG KERAPU CANTANG

  1. Persiapan Induk Betina Ikan Kerapu Macan

Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan gelap (dark moon), pada saat musim pemijahan ikan Kerapu Macan dimulai tanggal 2-4 bulan Hijriah atau penanggalan Jawa). Seleksi induk ikan Kerapu Macan betina yang kolektor siap memijah atau matang gonad dengan berat minimal 4 kg. Induk yang siap memijah atau matang gonad di cirikan dengan bagian perut yang membuncit, lubang genital (kloaka) bengkak dan memerah. Untuk lebih pasti perlu dilakukan pengecekan dengan menggunakan kanula yang dimasukkan ke dalam lubang genital. Induk betina dinyatakan siap memijah ditunjukkan saat pengecekan dengan cara kanulasi terdapat telur yang sudah memisah atau tidak menggumpal dan relatif besar.

 

  1. Persiapan Induk Jantan Ikan Kerapu Kertang

Induk ikan Kerapu Kertang jantan yang diseleksi untuk mendapatkan jantan adalah 40 kg. Setelah seleksi induk jantan, kemudian induk diberikan obat bius (anesthesia) agar induk tenang dan tidak berontak pada saat pengambilan cairan sperma dengan cara pengurutan (stripping). Cairan sperma ikan Kerapu Kertang ditampung dalam suatu wadah, dan tidak boleh bercampur dengan air laut maupun air kencing (urine) dari induk ikan Kerapu Kertang tersebut, dimasukkan ke dalam ruang pendingin (kulkas).

 

  1. Kawin Silang (Hibridisasi)

Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda dan diharapkan menghasilkan individu-individu yang unggul atau menghasilkan strain baru. Hibridisasi pada ikan Kerapu Macan X ikan Kerapu Kertang dengan cara kawin buatan (pemijahan intensif), dimana pemijahan ikan yang terjadi diberikan rangsangan hormon untuk mempercepat pematangan gonad, serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan yaitu dengan teknik pengurutan (stripping).

 

 

Sumber :  - Laporan Prakerin SMKN 1 Tukak Sadai (2020)

                 - Muhammad Fajar